Tampilkan postingan dengan label Sendi dan Otot. Tampilkan semua postingan

Artritis Rematoid




Artritis Rematoid adalah suatu penyakit autoimun dimana persendian (biasanya sendi tangan dan kaki) secara simetris mengalami peradangan, sehingga terjadi pembengkakan, nyeri dan seringkali akhirnya menyebabkan kerusakan bagian dalam sendi.

Artritis rematoid juga bisa menyebabkan sejumlah gejala di seluruh tubuh.

Penyakit ini terjadi pada sekitar 1% dari jumlah penduduk, dan wanita 2-3 kali lebih sering dibandingkan pria.
Biasanya pertama kali muncul pada usia 25-50 tahun, tetapi bisa terjadi pada usia berapapun.

Artritis Rematoid

PENYEBAB
Penyebab yang pasti tidak diketahui, tetapi berbagai faktor (termasuk kecenderungan genetik) bisa mempengaruhi reaksi autoimun.

GEJALA
Artritis rematoid bisa muncul secara tiba-tiba, dimana pada saat yang sama banyak sendi yang mengalami peradangan.
Biasanya peradangan bersifat simetris, jika suatu sendi pada sisi kiri tubuh terkena, maka sendi yang sama di sisi kanan tubuh juga akan meradang.



Yang pertama kali meradang adalah sendi-sendi kecil di jari tangan, jari kaki, tangan, kaki, pergelangan tangan, sikut dan pergelangan kaki.
Sendi yang meradang biasanya menimbulkan nyeri dan menjadi kaku, terutama pada saat bangun tidur atau setelah lama tidak melakukan aktivitas.

Beberapa penderita merasa lelah dan lemah, terutama menjelang sore hari.

Sendi yang terkena akan membesar dan segera terjadi kelainan bentuk.
Sendi bisa terhenti dalam satu posisi (kontraktur) sehingga tidak dapat diregangkan atau dibuka sepenuhnya.
Jari-jari pada kedua tangan cenderung membengkok ke arah kelingking, sehingga tendon pada jari-jari tangan bergeser dari tempatnya.
Pembengkakan pergelangan tangan bisa mengakibatkan terjadinya sindroma terowongan karpal.

Di belakang lutut yang terkena, bisa terbentuk kista, yang apabila pecah bisa menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada tungkai sebelah bawah.

Sekitar 30-40% penderita memiliki benjolan keras (nodul) tepat dibawah kulit, yang biasanya terletak di daerah sekitar timbulnya penyakit ini.

Bisa terjadi demam ringan dan kadang terjadi peradangan pembuluh darah (vaskulitis) yang menyebabkan kerusakan saraf atau luka (ulkus) di tungkai.
Peradangan pada selaput di sekitar paru-paru (pleuritis) atau pada kantong di sekitar jantung (perikarditis) atau peradangan dan pembentukan jaringan parut pada paru-paru bisa menyebabkan nyeri dada, gangguan pernafasan dan kelainan fungsi jantung.
Penderita lainnya menunjukkan pembengkakan kelenjar getah bening, sindroma Sj?gren atau peradangan mata.

Penyakit Still merupakan variasi dari artritis rematoid dimana yang pertama muncul adalah deman tinggi dan gejala umum lainnya.

Sindroma Felty terjadi jika pada penderita artritis rematoid ditemukan pembesaran limpa dan penurunan jumlah sel darah putih.

DIAGNOSA
Membedakan artritis rematoid dari berbagai keadaan lainnya yang bisa menyebabkan artritis, tidaklah mudah.
Keadaan-keadaaan yang menyerupai artritis rematoid adalah:
- Demam rematik
- Artritis gonokokal
- Penyakit Lyme
- Sindroma Reiter
- Artritis psoriatik
- Spondilitis ankilosing
- Gout
- Pseudogout
- Osteoartritis.

Pola gejalanya sangat khas, tetapi untuk memperkuat diagnosis perlu dilakukan:
  1. Pemeriksaan darah
    - 9 dari 10 penderita memiliki laju endap eritrosit yang meningkat
    - sebagian besar menderita anemia
    - kadang jumlah sel darah putih berkurang
    - 7 dari 10 penderita memiliki antibodi yang disebut faktor rematoid; biasanya semakin tinggi kadar faktor rematoid dalam darah, maka semakin berat penyakitnya dan semakin jelek prognosisnya. Kadar antibodi ini bisa menurun jika peradangan sendi berkurang dan akan meningkat jika terjadi serangan.
  2. Pemeriksaan cairan sendi.
  3. Biopsi nodul.
  4. Rontgen, bisa menunjukkan adanya perubahan khas pada sendi.

Mengenali artritis rematoid.
Seseorang yang memiliki 4 dari 5 gejala berikut, kemungkinan menderita artritis rematoid:
  1. Kekakuan di pagi hari yang berlangsung lebih dari 1 jam (selama minimal 6 minggu)
  2. Peradangan (artritis) pada 3 atau lebih sendi (selama minimal 6 minggu)
  3. Artritis pada persendian tangan, pergelangan tangan atau jari tanan (selama minimal 6 minggu)
  4. Faktor rematoid di dalam darah
  5. Perubahan yang khas pada foto rontgen.

PENGOBATAN
Prinsip dasar dari pengobatan artrtitis rematoid adalah mengistirahatkan sendi yang terkena, karena pemakaian sendi yang terkena akan memperburuk peradangan.
Mengistirahatkan sendi secara rutin seringkali membantu mengurangi nyeri.
Pembidaian bisa digunakan untuk imobilisasi dan mengistirahatkan satu atau beberapa sendi, tetapi untuk mencegah kekakuan, perlu dilakukan beberapa pergerakan sendi yang sistematis.

Obat-obatan utama yang digunakan untuk mengobati artritis rematoid adalah obat anti peradangan non-steroid, obat slow-acting, kortikosteroid dan obat imunosupresif.
Biasanya, semakin kuat obatnya, maka semakin hebat potensi efek sampingnya, sehingga diperlukan pemantaun ketat.


Obat anti peradangan non-steroid.

Yang paling banyak digunakan adalah ibuprofen.
Obat ini mengurangi pembengkakan pada sendi yang terkena dan meringankan rasa nyeri.

Aspirin merupakan obat tradisional untuk artritis rematoid; obat yang lebih baru memiliki lebih sedikit efek samping tetapi harganya lebih mahal.
Dosis awal adalah 4 kali 2 tablet (325 mgram)/hari.
Telinga berdenging merupakan efek samping yang menunjukkan bahwa dosisnya terlalu tinggi.
Gangguan pencernaan dan ulkus peptikum, yang merupakan efek samping dari dosis yang terlalu tinggi, bisa dicegah dengan memakan makanan atau antasida atau obat lainnya pada saat meminum aspirin.

Misoprostol bisa membantu mencegah erosi lapisan lambung dan pembentukan ulkus gastrikum, tetapi obat ini juga menyebabkan diare dan tidak mencegah terjadinya mual atau nyeri perut karena aspirin atau obat anti peradangan non-steroid lainnya.


Obat slow-acting.

Obat slow-acting kadang merubah perjalanan penyakit, meskipun perbaikan memerlukan waktu beberapa bulan dan efek sampingnya berbahaya.
Pemakaiannya harus dipantau secara ketat.

Obat ini biasanya ditambahkan jika obat anti peradangan non-steroid terbukti tidak efektif setelah diberikan selama 2-3 bulan atau diberikan segera jika penyakitnya berkembang dengan cepat.
Yang sekarang ini digunakan adalah senyawa emas, penisilamin, hydroxycloroquinine dan sulfasalazine.
  1. Senyawa emas.
    Senyawa emas berfungsi memperlambat terjadinya kelainan bentuk tulang. Biasanya diberikan sebagai suntikan mingguan.
    Suntikan mingguan diberikan sampai tercapai dosis total 1 gram atau sampai timbulnya efek samping atau terjadinya perbaikan yang berarti.
    Jika obat ini efektif, dosisnya dikurangi secara bertahap.
    Kadang perbaikan dicapai setelah diberikannya dosis pemeliharaan selama beberapa tahun.
    Senyawa emas bisa menimbulkan efek samping pada beberapa organ, karena itu obat ini tidak diberikan kepada penderita penyakit hati atau ginjal yang berat atau penyakit darah tertentu.
    Sebelum pengobatan dimulai dan setiap seminggu sekali selama pengobatan berlangsung, dilakukan pemeriksaan darah dan air kemih.
    Efek sampingnya berupa ruam kulit, gatal dan berkurangnya sejumlah sel darah.
    Jika terjadi efek samping yang serius, maka pemakaiannya segera dihentikan.

  2. Penisilamin.
    Efeknya menyerupai senyawa emas dan bisa digunakan jika senyawa emas tidak efektif atau menyebabkan efek samping yang tidak dapat ditoleransi.
    Dosisnya secara bertahap dinaikkan sampai terjadinya perbaikan.
    Efek sampingnya adalah penekanan terhadap pembentukan sel darah di dalam sumsum tulang, kelainan ginjal, penyakit otot, ruam kulit dan rasa tidak enak di mulut. Jika terjadi efek samping tersebut, maka pemakaian obat harus dihentikan.
    Obat ini juga bisa menyebabkan miastenia gravis, sindroma Goodpasture dan sindroma yang menyerupai lupus.
    Selama pengobatan berlangsung, dilakukan pemeriksaan darah dan air kemih setiap 2-4 minggu sekali.

  3. Hydroxycloroquine.
    Digunakan untuk mengobati artritis rematoid yang tidak terlalu berat.
    Efek sampingnya biasanya ringan, yaitu berupa ruam kulit, sakit otot dan kelainan mata. Tetapi beberapa kelainan mata bisa menetap, sehingga penderita yang mendapatkan obat ini harus memeriksakan matanya sebelum dilakukan pengobatan dan setiap 6 bulan selama pengobatan berlangsung.
    Jika setelah 6 bulan tidak menunjukkan perbaikan, maka pemberian obat ini dihentikan. Jika terjadi perbaikan, pemakaian obat ini bisa dilanjutkan sesuai dengan kebutuhan.

  4. Sulfasalazine.
    Obat ini semakin banyak digunakan untuk mengobati artritis rematoid.
    Dosisnya dinaikkan secara bertahap dan perbaikan biasanya terjadi dalam 3 bulan.
    Sulfasalazine bisa menyebabkan gangguan pencernaan, kelainan hati, kelainan sel darah dan ruam kulit.


Kortikosteroid.

Kortikosteroid (misalnya prednison) merupakan obat paling efektif untuk mengurangi peradangan di bagian tubuh manapun.
Kortikosteroid efektif pada pemakaian jangka pendek dan cenderung kurang efektif jika digunakan dalam jangka panjang, padahal artritis rematoid adalah penyakit yang biasanya aktif selama bertahun-tahun.
Kortikosteroid biasanya tidak memperlambat perjalanan penyakit ini dan pemakaian jangka panjang menyebabkan berbagai efek samping, yang melibatkan hampir setiap organ.

Efek samping yang sering terjadi adalah penipisan kulit, memar, osteoporosis, tekanan darah tinggi, kadar gula darah yang tinggi dan katarak.
Karena itu obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi kekambuhan yang mengenai beberapa sendi atau jika obat lainnya tidak efektif.

Kortikosteroid juga digunakan untuk mengobati peradangan diluar sendi, seperti peradangan selaput paru-paru (pleuritis) atau peradangan kantong jantung (perikarditis).

Untuk menghindari resiko terjadinya efek samping, maka hampir selalu digunakan dosis efektif terendah.
Obat ini bisa disuntikkan langsung ke dalam sendi, tetapi bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang, terutama jika sendi yang terkena digunakan secara berlebihan sehingga mempercepat terjadinya kerusakan sendi.


Obat imunosupresif.

Obat imunosupresif (contohnya cyclophosphamide) efektif untuk mengatasi artritis rematoid yang berat.
Obat ini menekan peradangan sehingga pemakaian kortikosteroid bisa dihindari atau diberikan kortikosteroid dosis rendah.

Efek sampingnya berupa penyakit hati, peradangan paru-paru, mudah terkena infeksi, penekanan terhadap pembentukan sel darah di sumsum tulang dan perdarahan kandung kemih (karena cyclophosphamide).
Selain itu cyclophosphamide bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker.

Metotreksat diberikan per-oral (ditelan) 1 kali/minggu, digunakan untuk mengobati artritis rematoid stadium awal.
Cyclophosphamide,Siklosporin bisa digunakan untuk mengobati artritis yang berat jika obat lainnya tidak efektif.


Terapi lainnya.

Bersamaan dengan pemberian obat untuk mengurangi peradangan sendi, bisa dilakukan latihan-latihan, terapi fisik, pemanasan pada sendi yang meradang dan kadang pembedahan.

Sendi yang meradang harus dilatih secara halus sehingga tidak terjadi kekakuan.
Setelah peradangan mereda, bisa dilakukan latihan aktif yang rutin, tetapi jangan sampai terlalu lelah. Biasanya latihan akan lebih mudah jika dilakukan di dalam air.

Untuk mengobati persendian yang kaku, dilakukan latihan yang intensif dan kadang digunakan pembidaian untuk meregangkan sendi secara perlahan.

Jika pemberian obat tidak membantu, mungkin perlu dilakukan pembedahan.
Untuk mengembalikan pergerakan dan fungsinya, biasanya dilakukan pembedahan untuk mengganti sendi lutut atau sendi panggul dengan sendi buatan.
Persendian juga bisa diangkat atau dilebur (terutama pada kaki), supaya kaki tidak terlalu nyeri ketika digunakan untuk berjalan.
Ibu jari bisa dilebur sehingga penderita bisa menggenggam dan tulang belakang di ujung leher yang tidak stabil bisa dilebur untuk mencegah penekanan terhadap urat saraf tulang belakang.

Penderita yang menjadi cacat karena artritis rematoid bisa menggunakan beberapa alat bantu untuk menyelesaikan tugas sehari-harinya.
Contohnya adalah sepatu ortopedik khusus atau sepatu atletik khusus.


READ MORE - Artritis Rematoid

Kelumpuhan Berkala





Kelumpuhan Berkala adalah sekumpulan kelainan yang menyebabkan serangan kelemahan dan kelumpuhan mendadak.

Selama suatu serangan kelumpuhan berkala, otot-otot tidak memberikan respon terhadap impuls saraf yang normal atau bahkan terhadap rangsangan buatan dari alat elektronik.
Serangan ini berbeda dari kejang, karena penderita tetap sadar dan waspada.

PENYEBAB
Merupakan penyakit keturunan yang bersifat autosom dominan.

Bentuk penyakit ini bervariasi pada setiap keluarga:
  • Tipe hiperkalemik, kelumpuhan berhubungan dengan kadar kalium yang tinggi di dalam darah (hiperkalemia)
  • Tipe hipokalemik, kelumpuhan berhubungan dengan rendahnya kadar kalium dalam darah (hipokalemia).

  • GEJALA
    Ketika terbangung di pagi hari (setelah sehari sebelumnya melakukan olah raga berat), penderita merasakan kelemahan pada sekelompok otot tertentu atau pada lengan dan tungkai.
    Kelemahan ini biasanya berlangsung selama 1-2 hari.

    Pada tipe hipokalemik, serangan biasanya muncul pertama kali pada usia 20an atau 30an.
    Serangan berlangsung lebih lama dan lebih hebat.

    Beberapa penderita tipe hipokalemik cenderung mengalami serangan kelumpuhan setelah sehari sebelumnya memakan makanan kaya karbohidrat, tetapi berpuasa juga bisa memicu terjadinya serangan.

    DIAGNOSA
    Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya.

    Pemeriksaan darah bisa dilakukan untuk mengetahui kadar kalium.

    Pemeriksaan fungsi kelenjar tiroid dan pemeriksaan tambahan lainnya dilakukan untuk meyakinkan bahwa kadar kalium yang abnormal bukan disebabkan oleh penyakit lain.

    PENGOBATAN
    Untuk mencegah serangan, baik karena hipokalemia ataupun karena hiperkalemia, bisa diberikan asetazolamid (obat yang merubah keasaman darah).

    Jika selama serangan kadar kaliumnya turun, maka diberikan kalium klorida dalam larutan tanpa pemanis.
    Biasanya gejala akan mereda dalam waktu 1 jam.

    PENCEGAHAN
    Penderita tipe hipokalemik sebaiknya menghindari makanan kaya karbohidrat dan olah raga yang terlalu berat.

    Penderita tipe hiperkalemik bisa mencegah terjadinya serangan dengan sering makan makanan kaya karbohidrat dan rendah kalium.


    READ MORE - Kelumpuhan Berkala

    Distrofi Otot Duchenne & Becker




    Distrofi Otot Duchenne & Becker adalah penyakit yang menyebabkan kelemahan pada otot-otot yang dekat dengan batang tubuh.

    PENYEBAB

    Kelainan gen yang menyebabkan distrofi otot Duchenne berbeda dengan kelainan gen yang menyebabkan distrofi otot Becker, tetapi keduanya terjadi pada gen yang sama.
    Gen ini bersifat resesif dan dibawa oleh kromosom X.

    Seorang wanita bisa membawa gen ini tetapi tidak menderita penyakitnya karena kromosom X yang normal dapat mengkompensasi kelainan gen dari kromosom X yang lainnya.
    Setiap laki-laki yang menerima kromosom X yang cacat akan menderita penyakit ini.

    Anak laki-laki yang menderita distrofi otot Duchenne mengalami kekurangan protein otot yang penting, yaitu distrofin, yang diduga berperan dalam mempertahankan struktur sel-sel otot.
    20-30 diantara 100.000 bayi laki-laki yang lahir, menderita distrofi otot Duchenne.

    Anak laki-laki yang menderita distrofi otot Becker menghasilkan distrofin tetapi ukurannya terlalu besar dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
    Penyakit ini terjadi pada 3 dari setiap 100.000 anak laki-laki.

    GEJALA

    Distrofi Otot Duchenne

    Biasanya pertama kali terjadi pada anak laki-laki berusia 3-7 tahun, berupa kelemahan di dalam atau di sekitar pinggul.
    Biasanya diikuti oleh kelemahan di otot bahu dan semakin parah.

    Selain mengalami kelemahan, otot juga membesar, tetapi jaringan ototnya tidak kuat.
    Pada sekitar 90% penderita juga terjadi pembesaran dan kelemahan otot jantung, menyebabkan kelainan denyut jantung yang bisa terlihat pada pemeriksaan EKG.

    Penderita berjalan seperti bebek, sering terjatuh, mengalami kesulitan dalam menaiki tangga dan mengalami kesulitan ketika bangkit dari posisi duduk.
    Otot-otot lengan dan tungkai biasanya mengkerut di sekitar sendi, sehingga sikut dan lutut tidak dapat diluruskan sepenuhnya.

    Pada akhirnya bisa terjadi kelainan lengkung tulang belakang (skoliosis).
    Pada usia 10-12 tahun, sebagian besar penderita harus duduk di kursi roda.

    Kelemahan yang semakin memburuk juga menyebabkan penderita mudah terserang pneumonia dan penyakit lainnya, dan banyak yang meninggal pada usia 20 tahun.

    Distrofi Otot Becker

    Gejalanya menyerupai distrofi otot Duchenne, tetapi lebih ringan.

    Gejala pertama kali muncul pada usia 10 tahun.

    Ketika mencapai usia 16 tahun, sangat sedikit penderita yang harus duduk di kursi roda dan lebih dari 90% yang bertahan hidup sampai usia 20 tahun.


    DISTROFI OTOT LAINNYA

    Distrofi Otot Landouzy-Dejerine diturunkan melalui gen autosomal dominan; karena itu hanya 1 gen abnormal yang bisa menyebabkan penyakit dan bisa terjadi baik pada pria maupun wanita.
    Penyakit ini biasanya mulai timbul pada usia 7-20 tahun.
    Yang selalu terkena adalah otot wajah dan bahu, sehingga penderita mengalami kesulitan dalam mengangkat lengannya, bersiul atau menutup matanya rapat-rapat.
    Beberapa penderita juga mengalami kelemahan pada tungkai bawahnya, sehingga sulit menekuk kaki ke arah pergelangan kaki (footdrop, kaki terkulai).
    Kelemahan yang terjadi biasanya tidak terlalu berat dan penderita memiliki harapan hidup yang normal.

    Distrofi Otot Limb-girdle menyebabkan kelemahan pada otot pinggul (distrofi otot Leyden-M?bius) atau otot bahu (distrofi otot Erb).
    Penyakit keturunan ini biasanya baru muncul pada masa dewasa dan jarang menyebabkan kelemahan yang hebat.

    Miopati mitokondrial merupakan penyakit otot turunan yang terjadi jika gen yang salah di dalam mitokondria (sumber energi untuk sel) diturunkan melalui sitoplasma pada sel telur ibu.
    Mitokondria membawa gennya sendiri. Pada proses pembuahan sperma tidak memberikan mitokondrianya, maka semua gen mitokondria berasal dari ibu. Karena itu penyakit ini tidak pernah diturunkan dari bapak.
    Penyakit ini kadang menyebabkan kelemahan pada sekelompok otot saja, misalnya pada otot mata (oftalmoplegia).

    DIAGNOSA

    Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

    Pemeriksaan darah menunjukkan adanya peningkatan enzim kreatinin kinase yang keluar dar sel-sel otot.
    Tetapi peningkatan kadar enzim tersebut tidak selalu menunjukkan adanya distrofi otot karena bisa juga disebabkan oleh penyakit otot lainnya.

    Dilakukan biopsi otot untuk menyakinkan diagnosis.
    Pemeriksaan mikroskopis menunjukkan jaringan yangmati dan serat-serat otot yang lebar secara abnormal.
    Pada stadium lanjut, jaringan otot yang mati digantikan oleh lemak dan jaringan lainnya.

    Untuk memperkuat diagnosis distrofi otot Duchenne dilakukan elektromiografi dan penilaian penghantaran saraf.

    PENGOBATAN

    Distrofi otot Duchenne dan Becker bisa disembuhkan.
    Terapi fisik dan latihan akan membantu mencegah pengkerutan otot yang menetap di sekitar sendi.
    Kadang perlu dilakukan pembedahan untuk meringankan nyeri otot.

    Pengobatan yang masih dalam taraf penelitian adalah:
    - Prednison (kortikosteroid) yang untuk sementara waktu bisa meringankan kelemahan otot
    - Terapi genetik yang memungkinkan otot bisa menghasilkan distrofin.

    PENCEGAHAN

    Seseorang yang menderita distrofi otot Duchenne atau Becker dianjurkan untuk melakukan konsultasi genetik untuk mengetahui kemungkinan mewariskan rantai penyakit ini kepada anaknya.


    READ MORE - Distrofi Otot Duchenne & Becker

    Kelemahan Otot




    Kelemahan Otot merupakan masalah yang sering terjadi, tetapi seringkali memberikan arti yang berbeda kepada setiap penderitanya.
    Beberapa penderita hanya merasakan lelah. Tetapi pada kelemahan otot yang sejati, meskipun sudah berusaha sekuat tenaga, kekuatan yang normal tidak akan dicapai.

    Kelemahan bisa terjadi di seluruh tubuh, atau hanya terbatas di satu lengan, tungkai, tangan atau jari tangan.

    PENYEBAB

    Kelemahan otot bisa disebebkan oleh kelainan di otot, tendon, tulang atau sendi; tetapi yang paling sering menyebabkan kelemahan otot adalah kelainan pada sistem saraf.
    Kadang kelemahan otot terjadi setelah sembuh dari suatu penyakit dan seringkali timbul karena penuaan (sarkopenia).


    Penyebab kelemahan otot

    Penyebab Contoh Akibat
    Kerusakan otak Stroke atau tumor otak Kelemahan atau kelumpuhan pada sisi yg berlawanan dengan otak yg mengalami kerusakan
    Bisa mempengaruhi kemampuan berbicara, menelan, berfikir & kepribadian
    Kerusakan medula spinalis Cedera pada leher atau punggung, tumor medula spinalis, penyempitan saluran spinal, sklerosis multipel, mielitis transversus, kekurangan vitamin B12 Kelemahan atau kelumpuhan pada lengan dan tungkai, hilangnya rasa, nyeri punggung
    Bisa mempengaruhi fungsi seksual, pencernaan & kandung kemih
    Kemunduran saraf pada medula spinalis Sklerosis lateral amiotrofik Hilangnya kekuatan otot tanpa disertai oleh hilangnya rasa
    Kerusakan akar saraf spinalis Ruptur diskus di leher atau tulang belakang bagian bawah Nyeri leher & kelemahan atau mati rasa di lengan, nyeri punggung bagian bawah, skiatika & kelemahan atau mati rasa pada tungkai
    Kerusakan pada 1 saraf
    (mononeuropati)
    Neuropati diabetik, penekanan lokal Kelemahan atau kelumpuhan otot & hilangnya rasa di daerah yg dipersarafi oleh saraf yg terkena
    Kerusakan pada beberapa saraf
    (polineuropati)
    Diabetes, sindroma Guillain-Barr?, kekurangan folat, penyakit metabolik lainnya Kelemahan atau kelumpuhan otot & hilangnya sensasi di daerah yg dipersarafi oleh saraf yg terkena
    Kelainan pada neuromuscular junction Miastenia gravis, keracunan kurare, sindroma Eaton-Lambert, keracunan insektisida Kelumpuhan atau kelemahan pada beberapa otot
    Penyakit otot Penyakit Cudhenne (distrofi muskuler)
    Infeksi atau peradangan (miositis virus akut, polimiositis)
    Kelemahan otot yg progresif di seluruh tubuh
    Nyeri dan kelemahan otot
    Kelainan psikis Depresi, gejala khayalan, histeria (reaksi konversi), fibromialgia Kelemahan di seluruh tubuh, kelumpuhan tanpa kerusakan saraf


    GEJALA

    Atrofi (penciutan otot) bisa merupakan akibat dari:
    - kerusakan otot atau sarafnya
    - jarang digunakan (karena menjalani tirah baring dalam waktu yang lama).

    Dalam keadaan normal, pembesaran otot (hipertrofi) bisa terjadi setelah melakukan olah raga beban.
    Pada seseorang yang sakit, hipertrofi terjadi karena otot tersebut bekerja lebih berat untuk mengkompensasi kelemahan otot yang lainnya.
    Pembesaran otot juga bisa terjadi jika jaringan otot yang normal digantikan oleh jaringan yang abnormal, seperti yang terjadi pada amiloidosis dan kelainan otot bawaan tertentu (misalnya miotonia kongenital).

    Fasikulasi (kedutan ototdibawah kulit yang tidak teratur dan tampak dari luar) biasanya menunjukkan kelainan saraf, meskipun kadang terjadi pada orang yang sehat (terutama jika gugup atau kedinginan) dan sering terjadi pada otot betis dari orang tua.
    Otot yang tidak dapat mengendur (miotonia) biasanya menunjukkan adanya kelainan pada otot, bukan pada sarafnya.


    Membedakan kelemahan otot berdasarkan sumbernya

    Kelainan Saraf Kelainan Otot
    Otot mengecil tetapi lebih kuat Otot lebih lemah
    Terjadi kedutan otot dibawah kulit Kedutan otot tidak terjadi dibawah kulit
    Refleks menurun atau hilang sama sekali REfleks tetap ada meskipun otot sangat lemah
    Hilangnya rasa di seluruh otot yg melemah Rasa (sentuh & hangat) normal tetapi terdapat nyeri tumpul


    DIAGNOSA

    Pemeriksaan otot dilakukan secara sistematis, mulai dari wajah dan leher, lalu lengan dan akhirnya tungkai.
    Dalam keadaan normal, seseorang dapat menahan rentangan lengannya selama beberapa menit tanpa gemetaran. Ketidakmampuan menahan lengan dengan kokoh bisa merupakan pertanda adanya kelemahan otot.
    Kekuatan melawan tahanan diuji dengan mendorong atau menarik dari arah yang berlawanan.

    Tes fungsional dilakukan dengan meminta penderita melakukan hal-hal berikut:
    - bangkit dari kursi tanpa bantuan lengan
    - jongkok dan bangkit dari jongkok
    - berdiri diatas jari kaki dan tumit
    - menggenggam benda.

    Dalam keadaan normal, otot bersifat kokoh tetapi tidak keras dan licin, tidak berbenjol-benjol.

    Pemeriksaan neurologis menyeluruh bisa membantu menentukan berbagai kelainan rasa, koordinasi, gerakan motor dan refleks.
    Uji kecepatan penghantaran saraf bisa membantu menentukan fungsi saraf.
    Elektromiogram dilakukan untuk menentukan kelainan otot.

    Jika kelainan terletak pada otot, maka bisa dilakukan biopsi otot untuk diperiksa dibawah mikroskop.
    Pemeriksaan darah digunakan untuk menentukan laju endah darah (yang akan meningkat jika terjadi peradangan) dan kadar kreatin kinase (enzim otot yang dilepaskan ke dalam aliran darah jika terjadi kerusakan otot).

    PENGOBATAN

    Pengobatan tergantung kepada penyebabnya.


    READ MORE - Kelemahan Otot

    Kelainan Bentuk Tangan


    DEFINISI

    Kelainan bentuk tangan dapat disebabkan oleh sebuah luka atau bisa dihasilkan dari gangguan yang lainnya (contoh, rheumatoid arthritis). Kelainan bentuk harus dengan segera diobati, bila mungkin. Sebaliknya, kelainan bentuk cenderung tidak bereaksi terhadap pengobatan sederhana, seperti pembebatan dan olahraga, dan sering kali membutuhkan operasi

    1. Jari Palu/Mallet

      Jari mallet adalah kelainan bentuk dimana ujung jari keriting dan tidak dapat lurus sendiri

      Kelainan bentuk jari palu biasanya akibat dari luka, yang mana merusak tendon atau merobek tendon dari tulang. Hal ini dapat berakibat pada satu atau lebih jari. Seorang dokter bisa membuat diagnosa dengan mengamati jari-jari. Sinar-X biasanya dipakai untuk meyakinkan bahwa tidak terdapat retak. Pengobatan biasanya memasang bebat pada jari dengan meluruskan jari. Tendon bisa memerlukan 6 sampai 8 minggu untuk sembuh. Jari mallet jarang memerlukan operasi, kecuali retak parah pada tulang patah atau sambungan secara parsial tidak pada tempatnya, bahkan di dalam bebat.

    2. Kelainan Bentuk Leher Angsa

      Ketika jari menekuk dengan tidak normal.
      Beberapa gangguan, seperti rheumatoid arthritis, dan luka bisa menyebabkan jari menekuk tidak normal. pada jari mallet,ujung jari mengeriting ke dalam dan tidak bisa diluruskan. Pada kelainan bentuk leher-angsa, persendian pada pangkal jari menekuk ke dalam. Pada kelainan bentuk buotonniere, persendian jari bagian tengah menekuk ke arah dalam (menuju telapak tangan) dan persendian jari paling luar menekuk keluar (menjauh dari telapak tangan).


      Kelainan bentuk leher-angsa adalah sebuah pembengkokan (lentur) pada dasar jari, lurus keluar (perluasan) pada persediaan bagian tengah, dan lekukan pada persendian paling luar (lentur).

      Penyebab yang paling umum adalah radang sendi rheumatoid. Penyebab lain termasuk jari palu yang tidak diobati, kelonggaran (lemah) pada lempengan serat di dalam tangan pada dasar jari atau pada ikatan sendi tangan, kejang otot mempengaruhi tangan, dan kelainan susunan dalam penyembuhan pada tulang bagian tengah pada jari yang retak. Menutup jari bisa jadi tidak mungkin; kelainan bentuk tersebut bisa mengakibatkan ketidakmampuan yang dipertimbangkan.

      Kelainan bentuk seperti leher-angsa tidak mempengaruhi ibu jari, yang memiliki salah satu sedikit persendian dibandingkan jari lainnya. Meskipun begitu, pada sebuah jenis kelainan bentuk leher-angsa, disebut kelainan bentuk paruh-bebek, persendian ujung pada ibu jari terlalu lurus dengan hebat dengan tekukan ked alam pada persendian pada pangkal ujung ibu jari untuk membentuk sudut 90 º. Jika kelainan bentuk paruh-bebek dan kelainan bentuk leher-angsa pada satu atau lebih jari terjadi bersamaan, kemampuan untuk mencubit bisa berkurang dengan serius.

      Seorang dokter membuat diagnosa dengan meneliti tangan dan jari. Pengobatan ditujukan untuk memperbaiki penyebab yang mendasarinya sebisa mungkin. Kelainan bentuk ringan kemungkinan diobati dengan membelat jari (ring splints), yang memperbaiki kelainan bentuk ketika masih mengizinkan seseorang untuk menggunakan tangannya. Masalah dengan kemampuan untuk mencubit bisa sangat membaik dengan operasi meluruskan kembali persendian atau dengan menggabungkan ibu jari atau persendian jari bersamaan (disebut interphalangeal arthrodesis) ke dalam posisi yang membuat fungsi optimal.

    3. Kelainan Boutonnière

      Kelainan bentuk Boutonniere (kelainan bentuk lubang kancing) adalah kelainan bentuk di mana persendian jari tengah menekuk dengan posisi tetap ke dalam (ke arah telapak tangan) dan persendian jari paling luar menekuk secara berlebihan keluar (menjauh dari telapak tangan. Gangguan ini paling sering terjadi pada rheumatoid arthritis tetapi bisa juga terjadi dari luka (potongan dalam, persendian yang terlepas, patah) atau asteoarthritis. Orang dengan rheumatoid arthritis bisa membentuk gangguan tersebut karena mereka mengalami peradangan yang lama pada persendian tangan bagian tengah. Jika kelainan tersebut disebabkan sebuah luka, luka tersebut biasanya terjadi pada pangkal sebuah tendon (disebut phalanx extensor tendon bagian tengah). Akibatnya, persendian bagian tengah (disebut persendian proximal interphalangeal) menjadi ‘lubang kancing’ antara kumpulan tendon bagian luar yang menjalar menuju ujung jari. Kelainan bentuk tersebut bisa, tetapi tidak pasti, bertentangan dengan fungsi tangan. Dokter membuat diagnosa dengan meneliti jari tersebut.

      Kelainan bentuk buttonniere disebabkab oleh luka tendon meluas biasanya bisa diperbaiki dengan sebuah bidai yang menjaga persendian bagian tengah meluas secara lengkap untuk 6 minggu. Ketika pembidaian tidak efektif, atau ketika kelainan bentuk lubang kancing disebabkan oleh rheumatoid arthritis, operasi kemungkinan diperlukan.

    4. Erosive (Peradangan) Osteoarthritis

      Erosive (peradangan) osteoarthritis adalah sebuah bentuk osteoarthritis menurun pada tangan, yang menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan pembentukan kista pada persendian jari (terutama pada bagian paling luar).

      Osteoarthritis pada tangan terlihat membesar pada tulang melebihi persendian paling luar pada jari (batang heberden) dan lebih cepat bertumbuh pada tulang melebihi persendian bagian tengah pada jari (bongko kecil bouchard). Dengan erosive osteoarthritis, terdapat juga pembengkakan pada jaringan di sekitarnya. Persendian di antara jari dan tangan dan pergelangan biasanya tidak terkena. Persendian yang berhubungan bisa menjadi tidak lurus.

      Kelainan tersebut dapat dilihat pada sinar X. Tidak seperti pada rheumatoid arthritis, hasil pada tes darah yang mengindikasi peradangan (seperti tingkat endapan eritrosit (ESR) dan jumlah sel darah putih) biasanya normal, tanpa memperhatikan seberapa berat gangguan itu.

      Pengobatan termasuk olahraga bergerak di dalam air hangat untuk menringankan nyeri selama latihan dan untuk menjaga persendian seelastis mungkin, pembelatan dengan sebentar-sebentar untuk mencegah kelainan bentuk, dan menggunakan analgesik atau obat-obatan anti-peradangan nonsteroidal (NSAIDs) untuk meringankan nyeri dan bengkak. Kadangkala, sebuah cairan kortikosteroid bisa diperlukan untuk disuntikkan ke dalam persendian yang terkena parah untuk meringankan nyeri dan meningkatan cakupan gerak. Jarang, ketika osteoarthritis berlanjut dan pengobatan lain tidak efektif, persendian bisa memerlukan untuk direkonstruksi ulang atau disambung dengan operasi.

    5. Dupuytren's Contracture

      Dupuyten contracture (palmar fibromatosis) adalah penyusutan progresif pada kumpulan jaringan serat (disebut fascia) di dalam telapak tangan, menghasilkan jari yang mengeriting ke dalam yang segera bisa menghasilkan tangan seperti cakar.

      Duyputen contracture adalah gangguan menurun umum yang terjadi terutama pada pria dan khususnya setelah berusia 45 tahun. Meskipun begitu, memiliki gen yang tidak normal tidak menjamin bahwa seseorang akan mengalami gangguan tersebut. Kejadian duyputen contracture di Amerika Serikat adalah sekitar 5 %; kejadian di seluruh dunia berkisar 2 sampai 42%. Gangguan tersebut mempengaruhi kedua tangan pada 50% orang; ketika hanya salah satu tangan yang terkena, tangan kanan dua kali lebih sering dibandingkan tangan kiri.







      .

      Duyputen contracture lebih sering terjadi pada orang dengan diabetes, sakit karena terlalu banyak minum alkohol, atau epilepsi. Gangguan tersebut kadangkala berhubungan dengan gangguan-gangguan lain, termasuk penebalan jaringan serat di atas sendi engsel (garrod pad), penyusutan pada fascia di dalam penis yang menyebabkan penyimpangan dan ereksi yang sangat menyakitkan (penile fibromatosis (penyakit peyronie)), dan bongkol kecil pada telapak kaki (plantar fibromatosis). Meskipun begitu, mekanisme tepat yang menyebabkan fascia pada telapak tangan menjadi tebal dan keriting tidak diketahui.

      Gejala awal biasanya bongkol kecil lunak pada telapak tangan (paling sering pada jari ketiga atau keempat). Bongko kecil bisa awalnya menyebabkan rasa tidak nyaman tetapi secara bertahap menjadi tidak menyakitkan. Secara bertahap, jari menjadi keriting. Segera, keriting memburuk, dan tangan bisa melengkung (seperti cakar). Dokter membuat diagnosa dengan meneliti tangan tersebut.

      Sebuah suntikan suspensi kortikosteroid ke dalam bongkol kecil bisa membantu mengurangi kelunakan di daerah tersebut tetapi tidak akan menghambat kemajuan gangguan tersebut. operasi biasanya diperlukan ketika tangan tidak dapat diletakkan datar diatas meja atau ketika jari terlalu keriting dimana fungsi tangan terbatasi. Operasi untuk mengangkat penyakit fascia adalah sulit, karena fascia syaeaf disekitarnya, pembuluh darah, dan tendon. Duyputen contracture bisa berulang setelah operasi jika pengangkatan fascia tidak lengkap. Yang bisa juga berulang secara spontan, khusunya pada orang yang dengan gangguan ini terlihat diusia muda, mereka dengan gangguan tersebut menurun di dalam keluarga, dan mereka dengan garrod pad, penyakit peyronie atau bongjol kecil pada telapak kaki.



    READ MORE - Kelainan Bentuk Tangan

    Infeksi



    Gigitan manusia dan hewan bisa menyebabkan infeksi pada tangan ; beberapa infeksi lainnya adalah felon, paronicia, dan herpetic whitlow.

    1. Infeksi yang disebabkan oleh gigitan

      Penyebab paling sering adalah luka tekanan dari gigi karena pukulan ke mulut. Gigitan hewan juga menjadi penyebab umum. Luka terkontaminasi dengan sejumlah jenis bakteri bisa dihasilkan dari gigitan manusia dan hewan. Semua luka gigitan berpotensi berbahaya dan bisa menyebabkan infeksi yang signifikan. Daerah terluka harus dibersihkan dengan operasi, dengan membuka luka. Antibiotik harus diberikan untuk menghindari infeksi tulang sendi (septic arthritis), yang mana sebaliknya bisa menuju kerusakan tetap pada tulang kaki sendi. Bakteri pada gigitan manusia dan hewan melawan banyak antibiotik namun biasanya peka terhadap ampisilin dan penisilin

    2. Felon

      Felon adalah infeksi pada jaringan lunak (pupl) pada ujung jari

      Sebuah infeksi pada ujung jari bisa mengarah pada abscess, yang menciptakan tekanan dan matinya jaringan di sekitarnya. Ujung jari menjadi bengkak sekali dan keras dengan rasa sakit berdenyut hebat. Dokter membuat diagnosa dengan meneliti kerusakan jari. Jika sebuah felon tidak diobati dengan segera, tulang bagian bawah, tulang sendi, atau tendon bisa jadi terinfeksi. Felon minor bisa diobati dengan berendam air hangat beberapa kali sehari untuk meningkatkan peredaran darah. Antibiotik biasanya diperlukan. Pengobatam bisa memerlukan pengeringan dengan pembedahan cepat pada abscess dengan baik.

    3. Herpetic Whitlow

      Herpetic whitlow adalah infeksi virus pada ujung jari.

      Virus herpes simplex bisa menyebabkan infeksi kulit parah yang sangat menyakitkan. Ujung jari luka dan bengkak namun tidak sekeras felon. Tampilan dari gelembung keci(vesicle) l berisi cairan pada jari didiagnosa. Herpetic whitlow seringkali salah diartikan sebagai felon. Gangguan tersebut segera hilang dengan sendirinya. Operasi tidak diperlukan.

    4. Paronychia

      Paronychia adalah infeksi pada kutikula.

      Infeksi tangan yang sangat umum ini bisa disebabkan oleh luka terhadap luka pada kuku dan kutikula, menggigiti tangan, atau manipulasi agresif pada kutikula selama manikur. Paronychia bisa disebabkan oleh berbagai bakteri berbeda, termasuk pseudomonas dan proteus. Kutikula dan jaringan pada pinggiran kuku menjadi merah, bengkak, dan sungguh menyakitkan. Jika dibiarkan tidak diobati, abscess akan terbentuk dan bisa menyebar ke ujung jari (menyebabkan felon) atau ke tulang.

      Dokter membuat diagnosa dengan meneliti jari yang terkena. Dalam tahap pertama, paronychia kemungkinan diobati dengan antibiotik oral dan sering berendam air hangat untuk meningkatkan aliran darah. Jika abscess terbentuk, yang harus dikeringkan dengan operasi.

    5. Abses Tangan

      Abscess tangan adalah penumpukan nanah yang mempengaruhi tangan, biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri.

      Abscess pada tangan adalah biasa terjadi dan biasanya dihasilkan dari luka. Abscess pada bantalan lunak pada ujung jari di sekitarnya selalu dihasilkan dari luka kecil, seperti sebuah goresan atau tusuk jarum. Nyeri berat, hangat, dan kemerahan terjadi di sepanjang abscess, seringkali disertai pembengkakan pada batang getah bening yang dekat pada lengan. Infeksi pada tulang di bawah bisa lebih menyebabkan nyeri.

      Abscess bisa terjadi di sekitar tendon yang menjalar terus di dalam jari. Jenis abscess ini disebabkan oleh luka yang menembus salah satu lipatan pada telapak tangan di sebelah jari. Infeksi dan nanah dari sekitar tendon tersebut dan jaringan yang cepat hancur. Mekanisme meluncur pada tendon menjadi rusak, sehingga jari tersebut hampir tidak bisa digerakkan. Gejala-gejala termasuk pembengkakan dan peradangan pada jari, kelunakan sepanjang lapisan tendon, dan nyeri eksterm ketika mencoba untuk menggerakkan jari. Pembengkakan batang getah bening didekat abscess adalah sering terjadi. Demam juga umum.

      Abscess bisa terjadi di setiap bagian telapak tangan dan menyebar di antara tulang metacarpal (tulang tangan diantara pergelangan tangan dan jari). Beberapa infeksi bisa terjadi setelah kulit dirobek atau tangan ditusuk dengan sesuatu yang tajam. Abscess telapak tangan (juga disebut abscess tombol-collar) bisa terbentuk dari kulit yang tebal dan keras yang terinfeksi. Abscess telapak tangan dimulai sebagai nyeri berdenyut hebat dengan pembengkakan dan lunak berat untuk disentuh.

      Pengobatan meliputi operasi pengeringan nanah. Kultur laboratorium pada nanah dibawa keluar untuk memastikan antibiotik mana yang paling baik untuk pengobatan (biasanya cephalosporin).

    6. Infeksi pada lapisan tendon.

      Infeksi pada lapisan tendon yang lentur ditandai dengan nyeri dan pembengkakan, dengan kelembutan sepanjang panjang lapisan tendon dan nyeri ketika meluruskan jari. Nanah bisa menyebar di dalam tangan untuk membentuk abscess berbentuk-tapal kuda. Operasi pengeringan pada abscess diperlukan. Terapi antibiotik juga diperlukan (pilihan tersebut tergantung pada hasil kultur laboratorium pada nanah).




    READ MORE - Infeksi

    Sindrom Carpal Tunnel




    Sindrom Carpal Tunnel adalah rasa sakit yang menekan bagian syaraf yang melalui pergelangan tangan.
    PENYEBAB

    Sindrom carpal tunnel disebabkan bagian syaraf yang tertekan, di bagian telapak dari pergelangan tangan (daerah tersebut disebut carpal tunnel). Bagian tengah syaraf yang melayani ibu jari tangan. Tekanan tersebut terjadi ketika jaringan serat menjadi menumpuk dan membengkak karena berbagai macam sebab pada bagian telapak pada pergelangan tangan.

    Sindrom carpal tunnel sering terjadi-khususnya pada wanita- dan dapat berpengaruh pada satu atau pada kedua tangan. Biasanya berisiko pada orang yang pekerjaannya memerlukan pergerakan pergelangan tangan terus-menerus, seperti penggunaan obeng. penyebab lain adalah penggunaan keyboard pada komputer yang posisinya tidak baik. Gerakan yang terus menerus (misalnya penggunaan berbagai macam alat) juga diklaim sebagai penyebab sindrom carpal tunnel. Wanita hamil dan orang yang menderita diabetes, kelenjar gondok jinak, gout, sendi rematik beresiko tinggi terkena sindrom carpal tunnel.

    GEJALA

    Gejalanya, berkaitan dengan tekanan syaraf, rasa tidak nyaman, kebas, rasa gatal, dan nyeri pada tiga jari pertama dari sebelah ibu jari tangan. kadangkala, terasa sakit dan terbakar atau rasa gatal pada lengan dan bahu. lebih terasa ketika penderita tidur karena cara tangan diposisikan. Seiring waktu, otot pada tangan di Gejalanya, berkaitan dengan tekanan syaraf, rasa tidak nyaman, kebas, rasa gatal, dan nyeri pada tiga jari pertama dari sebelah ibu jari tangan. kadangkala, terasa sakit dan terbakar atau rasa gatal pada lengan dan bahu. lebih terasa ketika penderita tidur karena cara tangan diposisikan. Seiring waktu, otot pada tangan di bagian ibu jari menjadi lemas dan menyusut sampai tidak bisa digerakkan (atrophy). bagian ibu jari menjadi lemas dan menyusut sampai tidak bisa digerakkan (atrophy).
    DIAGNOSA

    Diagnosa yang banyak dilakukan adalah memeriksa tangan dan pergelangan tangan yang terkena, sebelum operasi seorang dokter pertama-tama memperhatikan cara kerja syaraf untuk meyakinkan apakah yang menjadi penyebab sindrom carpal tunnel.
    PENGOBATAN

    Untuk penyakit ini pengobatan terbaik adalah menghindari posisi pergelangan tangan terulur atau menekan terlalu keras bagian syaraf. Mengikat pergelangan tangan untuk menopang tangan pada posisi normal (khususnya pada malam hari) dan mengatur sudut keyboard komputer dapat membantu. Pengobatan berdasarkan penyakit (seperti rheumatoid arthritis atau kelenjar tiroid kurang aktif) dapat membantu mengurangi gejala.

    Suntikan cairan kortikosteroid ke dalam pergelangan tangan ada kalanya memberi rasa nyaman yang lama. Jika rasa sakit terjadi terus menerus atau jika pergerakan otot tidak berfungsi atau melemah, operasi adalah jalan keluar terbaik untuk membebaskan tekanan pada bagian syaraf. Ahli bedah akan memotong gumpalan jaringan serat yang letaknya menekan syaraf.

    PENCEGAHAN

    Letak keyboard yang benar
    sindrom carpal tunnelPenggunaan keyboard komputer yang tidak benar menimbulkan sindrom carpal tunnel. Untuk menghindari luka tersebut, pengguna harus menjaga pergelangan pada posisi yang benar, yaitu, antara tangan dengan bahu harus lurus. tangan boleh lebih rendah daripada bahu. Tetapi tangan tidak boleh lebih tinggi, dan pergelangan tidak boleh menggantung. Keyboard letaknya harus selalu rendah, tangan dijaga supaya lebih rendah dari siku. Penyangga pergelangan tangan dipergunakan untuk menopang pergelangan tangan.



    READ MORE - Sindrom Carpal Tunnel

    Arhtrhitis Gout ( asam urat )


    Gout


    Penyakit gout adalah suatu penyakit yang ditandai dengan serangan mendadak dan berulang dari artritis yang terasa sangat nyeri karena adanya endapan kristal monosodium urat, yang terkumpul di dalam sendi sebagai akibat dari tingginya kadar asam urat di dalam darah (hiperurisemia).

    Peradangan sendi bersifat menahun dan setelah terjadinya serangan berulang, sendi bisa menjadi bengkok.
    Hampir 20% penderita gout memiliki batu ginjal.


    Dalam keadaan normal, beberapa asam urat (yang merupakan hasil pemecahan sel) ditemukan dalam darah karena tubuh terus menerus memecahkan sel dan membentuk sel yang baru dan karena makanan yang dikonsumsi mengandung cikal bakal asam urat.
    Kadar asam urat menjadi sangat tinggi jika ginjal tidak dapat membuangnya melalui air kemih.

    Tubuh juga bisa menghasilkan sejumlah besar asam urat karena adanya kelainan enzim yang sifatnya diturunkan atau karena suatu penyakit (misalnya kanker darah), dimana sel-sel berlipatganda dan dihancurkan dalam waktu yang singkat.

    Beberapa jenis penyakit ginjal dan obat-obatan tertentu mempengaruhi kemampuan ginjal untuk membuang asam urat.


    Serangan gout (artritis gout akut) terjadi secara mendadak.
    Timbulnya serangan bisa dipicu oleh:
    - luka ringan
    - pembedahan
    - pemakaian sejumlah besar alkohol atau makanan yang kaya akan protein
    - kelelahan
    - stres emosional
    - penyakit.

    Nyeri yang hebat dirasakan oleh penderita pada satu atau beberapa sendi, seringkali terjadi pada malam hari; nyeri semakin memburuk dan tak tertahankan.
    Sendi membengkak dan kulit diatasnya tampak merah atau keunguan, kencang dan licin, serta teraba hangat. Menyentuh kulit diatas sendi yang terkena bisa menimbulkan nyeri yang luar biasa.

    Penyakit ini paling sering mengenai sendi di pangkal ibu jari kaki dan menyebabkan suatu keadaan yang disebut podagra; tetapi penyakit ini juga sering menyerang pergelangan kaki, lutut, pergelangan tangan dan sikut.

    Kristal dapat terbentuk di sendi-sendi perifer tersebut karena persendian tersebut lebih dingin daripada persendian di pusat tubuh dan urat cenderung membeku pada suhu dingin.
    Kristal juga terbentuk di telinga dan jaringan yang relatif dingin lainnya.
    Sebaliknya, gout jarang terjadi pada tulang belakang, tulang panggul ataupun bahu.

    Gejala lainnya dari artritis gout akut adalah demam, menggigil, perasaan tidak enak badan dan denyut jantung yang cepat.

    Gout cenderung lebih berat pada penderita yang berusia dibawah 30 tahun.
    Biasanya pada pria gout timbul pada usia pertengahan, sedangkan pada wanita muncul pada saat pasca menopause.

    Serangan pertama biasanya hanya mengenai satu sendi dan berlangsung selama beberapa hari.
    Gejalanya menghilang secara bertahap, dimana sendi kembali berfungsi dan tidak timbul gejala sampai terjadi serangan berikutnya.
    Tetapi jika penyakit ini semakin memburuk, maka serangan yang tidak diobati akan berlangsung lebih lama, lebih sering terjadi dan mengenai beberapa sendi. Sendi yang terkena bisa mengalami kerusakan yang permanen.

    Bisa terjadi gout menahun dan berat, yang menyebabkan terjadinya kelainan bentuk sendi.
    Pengendapan kristal urat di dalam sendi dan tendon terus berlanjut dan menyebabkan kerusakan yang akan membatasi pergerakan sendi.
    Benjolan keras dari kristal urat (tofi) diendapkan dibawah kulit di sekitar sendi. Tofi juga bisa terbentuk di dalam ginjal dan organ lainnya, dibawah kulit telinga atau di sekitar sikut.
    Jika tidak diobati, tofi pada tangan dan kaki bisa pecah dan mengeluarkan massa kristal yang menyerupai kapur.


    Diagnosa gout seringkali ditegakkan bedasarkan gejalanya yang khas dan hasil pemeriksan terhadap sendi.

    Ditemukannya kadar asam urat yang tinggi di dalam darah akan memperkuat diagnosis.
    Tetapi pada suatu serangan akut, kadar asam urat seringkali normal.

    Pada pemeriksaan terhadap contoh cairan sendi dibawah mikroskop khusus akan tampak kristal urat yang berbentuk seperti jarum.

    Kristal asam urat


    Langkah pertama untuk mengurangi nyeri adalah mengendalikan peradangan.
    Pengobatan gout tradisional kolkisin.
    Biasanya nyeri sendi mulai berkurang dalam waktu 12-24 jam setelah pemberian kolkisin dan akan menghilang dalam waktu 48-72 jam.
    Kolkisin diberikan dalam bentuk tablet, tetapi jika menyebabkan gangguan pencernaan, bisa diberikan secara intravena.
    Obat ini seringkali menyebabkan diare dan bisa menyebabkan efek samping yang lebih serius (termasuk kerusakan sumsum tulang).

    Saat ini obat anti peradangan non-steroid (misalnya ibuprofen dan indometasin) lebih banyak digunakan daripada kolkisin dan sangat efektif mengurangi nyeri dan pembengkakan sendi.
    Kadang diberikan kortikosteroid (misalnya prednison).
    Jika penyakit ini mengenai 1-2 sendi, suatu larutan kristal kortikosteroid bisa disuntikkan langsung ke dalam sendi. Pengobatan ini sangat efektif untuk mengakhiri peradangan yang disebabkan oleh kristal urat.

    Kadang obat pereda nyeri ditambahkan untuk mengendalikan nyeri (misalnya kodein dan meperidin).

    Untuk mengurangi nyeri, sendi yang meradang sebaiknya diistirahatkan dahulu.

    Obat-obat seperti probenesid atau sulfinpirazon berfungsi menurunkan kadar asam urat dalam darah dengan jalan meningkatkan pembuangan asam urat ke dalam air kemih.
    Aspirin menghambat efek probenesid dan sulfinpirazon, sehingga sebaiknya tidak digunakan pada saat yang bersamaan. Jika diperlukan obat pereda nyeri, lebih baik diberikan asetaminofen atau obat anti peradangan non-steroid (misalnya ibuprofen).

    Jika pembuangan asam urat meningkat, dianjurkan untuk minum banyak air (minimal 2 liter/hari) untuk membantu mengurangi resiko kerusakan sendi dan ginjal.

    Allopurinol merupakan obat yang menghambat pembentukan asam urat di dalam tubuh.
    Obat ini terutama diberikan kepada penderita yang memiliki kadar asam urat yang tinggi dan batu ginjal atau mengalami kerusakan ginjal.
    Allopurinol bisa menyebabkan gangguan pencernaan, timbulnya ruam di kulit, berkurangnya jumlah sel darah putih dan kerusakan hati.

    Sebagian besar tofi di telinga, tangan atau kaki akan mengecil secara perlahan jika kadar asam urat dalam darah berkurang; tetapi tofi yang sangat besar mungkin harus diangkat melalui pembedahan.

    Orang yang memiliki kadar asam urat yang tinggi tetapi tidak menunjukkan gejala-gejala gout, kadang mendapatkan obat untuk menurunkan kadar asam uratnya.
    Tetapi karena adanya efek samping dari obat tersebut, maka pemakaiannya ditunda kecuali jika kadar asam urat di dalam air kemihnya sangat tinggi.
    Pemberian Allopurinol bisa mencegah pembentukan batu ginjal.

    PENCEGAHAN

    Penyakitnya sendiri tidak bisa dicegah, tetapi beberapa faktor pencetusnya bisa dihindari (misalnya cedera, alkohol, makanan kaya protein).

    Untuk mencegah kekambuhan, dianjurkan untuk minum banyak air, menghindari minuman beralkohol dan mengurangi makanan yang kaya akan protein.
    Banyak penderita yang memiliki kelebihan berat badan, jika berat badan mereka dikurangi, maka kadar asam urat dalam darah seringkali kembali ke normal atau mendekati normal.

    Beberapa penderita (terutama yang mengalami serangan berulang yang hebat) mulai menjalani pengobatan jangka panjang pada saat gejala telah menghilang dan pengobatan dilanjutkan sampai diantara serangan.
    Kolkisin dosis rendah diminum setiap hari dan bisa mencegah serangan atau paling tidak mengurangi frekuensi serangan.
    Mengkonsumsi obat anti peradangan non-steroid secara rutin juga bisa mencegah terjadinya serangan.
    Kadang kolkisin dan obat anti peradangan non-steroid diberikan dalam waktu yang bersamaan. Tetapi kombinasi kedua obat ini tidak mencegah maupun memperbaiki kerusakan sendi karena pengendapan kristal dan memiliki resiko bagi penderita yang memiliki penyakit ginjal atau hati.




    READ MORE - Arhtrhitis Gout ( asam urat )